“Paturay Tineung” Penuh Haru di Cipaisan, Sekcam Purwakarta Wakili Camat Lepas Lurah Saefuloh Amsor yang Purna Tugas


30 September 2026, Pukul 13:37 WIB

900x300

KECAP (Kegiatan Camat Purwakarta)

Purwakarta, 29 September 2026

PURWAKARTA — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Aula Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta, pada Selasa, 29 September 2026, dalam kegiatan “PATURAY TINEUNG” atau acara pelepasan dalam rangka purna tugas Lurah Cipaisan, Saefuloh Amsor, S.E.

Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa sekaligus emosional bagi keluarga besar Kelurahan Cipaisan. Setelah sekian lama menjalankan pengabdian sebagai lurah dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat serta berbagai unsur kelembagaan di wilayahnya, tibalah saatnya Saefuloh Amsor, S.E. memasuki babak baru setelah menyelesaikan masa tugasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Alamsyah Bachtiar, S.E., M.M., selaku Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Purwakarta, hadir mewakili Camat Purwakarta untuk menghadiri undangan kegiatan Paturay Tineung tersebut.

Kehadiran Sekcam Purwakarta menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi dari jajaran Kecamatan Purwakarta atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan oleh Saefuloh Amsor selama menjalankan amanah sebagai Lurah Cipaisan.

Dihadiri Berbagai Unsur dan Keluarga Besar Kelurahan Cipaisan

Kegiatan Paturay Tineung tersebut dihadiri oleh berbagai unsur yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Kelurahan Cipaisan.

Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) Kelurahan Cipaisan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para tokoh masyarakat, tamu undangan, serta seluruh jajaran dan pegawai Kelurahan Cipaisan.

Kebersamaan yang terbangun di antara berbagai unsur tersebut membuat suasana acara terasa begitu dekat dan kekeluargaan. Mereka hadir bukan hanya sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan pengabdian Saefuloh Amsor selama memimpin Kelurahan Cipaisan.

Satu per satu wajah yang hadir menyimpan cerita dan kenangan masing-masing. Ada hubungan kerja, koordinasi pemerintahan, kegiatan kemasyarakatan, pelayanan kepada warga hingga berbagai dinamika yang telah dilalui bersama.

Ketika Pengabdian Berakhir, Kenangan Tetap Tinggal

Momen perpisahan tersebut terasa semakin mengharukan ketika seluruh hadirin mengenang perjalanan pengabdian Saefuloh Amsor, S.E.

Purna tugas bukan berarti berakhirnya hubungan silaturahmi. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan, kerja sama dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas.

Di lingkungan pemerintahan kelurahan, seorang lurah tidak hanya berhadapan dengan berbagai urusan administrasi pemerintahan. Lebih dari itu, lurah juga bersentuhan langsung dengan masyarakat, tokoh masyarakat, LKK, RT/RW, unsur keamanan dan berbagai elemen lainnya.

Karena itulah, ketika masa tugas berakhir, perpisahan bukanlah sesuatu yang mudah. Ada banyak cerita, pengalaman, canda, kebersamaan dan perjuangan yang akhirnya menjadi kenangan.

Sekcam Purwakarta: Paturay Tineung Bukan Akhir dari Silaturahmi

Dalam suasana penuh haru tersebut, kehadiran Agus Alamsyah Bachtiar, S.E., M.M. turut memberikan warna tersendiri bagi kegiatan.

Mewakili Camat Purwakarta, kehadiran Sekcam menjadi bagian dari penghormatan kepada Saefuloh Amsor atas pengabdian yang telah diberikan kepada masyarakat dan pemerintahan di wilayah Kelurahan Cipaisan.

Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang aparatur dalam menjalankan tugas memiliki fase yang pada akhirnya akan sampai pada masa purna tugas. Namun, nilai pengabdian, hubungan baik dan kontribusi yang telah diberikan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan dan masyarakat.

Tangis Haru di Balik Senyum Perpisahan

Meski dikemas dalam suasana kebersamaan, nuansa kesedihan tidak dapat disembunyikan. Senyum yang terlihat dalam berbagai kesempatan seakan menjadi cara untuk menyimpan rasa haru karena harus berpisah dengan sosok yang selama ini menjadi bagian dari keluarga besar Kelurahan Cipaisan.

Perpisahan memang selalu menghadirkan dua sisi. Ada rasa bahagia karena telah berhasil menyelesaikan perjalanan pengabdian, tetapi ada pula rasa kehilangan karena kebersamaan dalam rutinitas pekerjaan tidak lagi sama seperti sebelumnya.

Bagi para pegawai dan unsur masyarakat yang selama ini berinteraksi dengan Saefuloh Amsor, momen tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan sekaligus mengabadikan kebersamaan sebelum memasuki fase kehidupan berikutnya.

Menutup Masa Tugas, Membuka Lembaran Baru

Kegiatan Paturay Tineung akhirnya menjadi sebuah catatan penting dalam perjalanan Kelurahan Cipaisan. Sebuah bab pengabdian telah ditutup, namun lembaran baru kehidupan siap dimulai.

Saefuloh Amsor, S.E. telah menyelesaikan amanah kedinasannya. Sementara bagi keluarga besar Kelurahan Cipaisan, kenangan tentang kebersamaan selama menjalankan tugas akan tetap menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Dari Aula Kelurahan Cipaisan, 29 September 2026, tersampaikan sebuah pesan sederhana namun penuh makna:

“Paturay Tineung bukanlah akhir dari kebersamaan. Tugas boleh berakhir, jabatan boleh berganti, tetapi silaturahmi dan kenangan atas sebuah pengabdian akan tetap tinggal.”

Kegiatan tersebut pun ditutup dengan suasana penuh kehangatan, kebersamaan dan haru. Sebuah perpisahan yang bukan hanya melepas seorang pejabat dari tugas kedinasannya, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan atas perjalanan pengabdian seorang Lurah Cipaisan kepada masyarakat.

Selamat memasuki masa purna tugas, Bapak Saefuloh Amsor, S.E. Semoga setiap langkah ke depan senantiasa dipenuhi kesehatan, kebahagiaan, keberkahan dan silaturahmi yang terus terjaga.


Author: Admin


Bagikan ke: